Tingkatkan Profit di HOTFOREX Tanpa Perbesar Resiko

Bagaimana Cara Meningkatkan Profit di HOTFOREX Tanpa Perbesar Resiko?




1. Petakan Kekuatan Modal
Lihat seberapa besar kekuatan modal Anda, lalu petakan dengan menyusun trading plan.

Target keuntungan sebaiknya realistis. Sebagai contoh, rata-rata trader biasanya memperoleh keuntungan 10-20% per bulan dari modal awal.

Kita bicara trader rata-rata, bukan super trader sekelas Ed Seykota. Di dunia forex trading memang memungkinkan memperoleh profit hingga 100% dari modal per bulan (saya bahkan pernah hingga 80%), tetapi kejadian seperti itu bisa dikatakan jarang terjadi atau tidak konsisten. Mungkin memang ada yang bisa konsisten menghasilkan profit ratusan persen per bulan dan berlangsung hingga bertahun-tahun. Tetapi kalaupun ada, jelas dia bukan trader kebanyakan.

Mari kita bicara kenyataan yang sering kita temui saja, di mana bahkan untuk bisa sekedar profit konsisten pun orang masih kesulitan. Ini yang ingin kami coba bantu.

Nah, jika Anda ingin mendapatkan – misalnya –  $1,000 atau $2,000 per bulan, maka wajar jika Anda mempersiapkan modal sebesar sekitar $10,000. Agak tidak realistis jika Anda menargetkan $1,000 – $2,000 per bulan jika modal Anda hanya $500.

Mohon dimengerti, saya bukan meremehkan trader dengan modal kecil. Poinnya adalah: targetkan keuntungan sesuai dengan kekuatan modal Anda. Berdasarkan pengalaman, dengan modal $500 (misalnya), sudah cukup realistis jika Anda menargetkan memperoleh $50 hingga $100 per bulan.

2. Perluas Pandangan
Kebanyakan trader hanya terpaku pada satu instrumen perdagangan saja. Kalau dia trading forex, biasanya hanya terpaku pada satu currency pair saja. Jika ia trader indeks saham, mungkin hanya melihat Nikkei saja. Atau ada juga yang hanya trading emas.

Memang tidak salah jika Anda pun melakukan hal seperti itu, tetapi itu juga berarti Anda akan mengabaikan begitu saja peluang di mata uang lain, atau indeks saham lain. Padahal, ada begitu banyak subyek perdagangan yang bisa Anda transaksikan. 17 (tujuh belas) currency pair, 3 (tiga) komoditi, 8 (delapan) indeks saham dan 183 (seratus delapan puluh tiga) saham pilihan yang bisa ditransaksikan secara CFD.

Tidak harus memantau kesemua produk yang disebutkan di atas, namun setidaknya cobalah perluas pandangan Anda karena peluang bisa muncul di produk yang lain.

3. Atur Resiko
Seperti yang telah disampaikan, resiko berbanding lurus dengan peluang. Untuk itulah Anda perlu mengatur seberapa besar toleransi Anda terhadap resiko yang mungkin akan terjadi.

Resiko dalam forex trading tentu adalah loss. Jika Anda tidak membatasi toleransi resiko, sama saja dengan membiarkan semua modal Anda (kemungkinan) habis ditelan pasar.

Pembatasan resiko ini juga diatur dalam trading plan. Salah satu tekniknya adalah position sizing. Dengan position sizing Anda bisa bertransaksi dengan nyaman tanpa perlu khawatir akan mengalami loss terlalu besar.

Di saat yang sama, Anda juga bisa memaksimalkan peluang keuntungan yang ada. Anda tidak perlu takut untuk membuka posisi sebanyak dua, tiga, atau bahkan sepuluh lot sekaligus selama perhitungan resikonya masih berada di bawah batas toleransi Anda.

4. Segera Tarik Keuntungan Yang Diperoleh
Kebanyakan trader tidak menyadari bahwa keuntungan tidak boleh dicampur dengan modal. Jika misalnya Anda memulai trading dengan modal sebesar $5,000 dan Anda telah berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar $1,000, maka segeralah tarik keuntungan tersebut. Biarkan balance di akun Anda kembali menjadi $5,000.

Mengapa demikian?

Ini agar Anda tidak “terlena” dengan menganggap modal Anda masih “aman” meskipun tengah mengalami kerugian. Seperti contoh di atas, Anda telah berhasil meraup keuntungan sebesar $1,000 sehingga balance Anda menjadi $6,000. Pada transaksi berikutnya ternyata Anda mengalami kerugian (floating loss) hingga mencapai $1,000. Pada situasi seperti ini seringkali seorang trader berpikir, “Ah, equity saya masih $5,000… yang ‘hilang’ hanya profit yang kemarin.”

Perasaan tenang seperti ini menghanyutkan. Seringkali trader yang berada dalam kondisi seperti itu justru sebenarnya berharap harga akan memantul kembali, agar ia bisa mendapatkan keuntungan. Seringkali justru ketika ia benar-benar loss, penyesalan muncul karena menganggap kerja kerasnya mengumpulkan profit sebelumnya menjadi sia-sia. Bahkan cukup sering juga trader yang mentalnya drop pada saat itu dan bertanya-tanya, “Apakah forex trading ini memang cocok untuk saya?”

Lain halnya jika Anda memang berniat memperbesar modal. Jika misalnya dari $5,000 modal Anda berkembang menjadi $6,000, maka segeralah menyesuaikan trading plan Anda dengan nominal modal yang ada. Jika misalnya tadinya toleransi resiko per transaksi adalah $500 per trade (10 persen dari modal), maka bisa ditingkatkan menjadi $600 per trade.

5. Tahu Waktunya Keluar
Strategi “exit” juga penting. Yang paling sederhana adalah menutup posisi setelah target profit tercapai, atau stop-loss kena. Bisa juga menutup posisi segera setelah sistem trading Anda mengharuskan demikian.

Yang kurang banyak disadari adalah segera menutup posisi setelah kerugian mencapai persentase tertentu dari keuntungan yang telah diperoleh sebelumnya.

Contoh kongkritnya seperti ini: sebelumnya Anda telah berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar $1,000. Sebaiknya kemudian Anda tetapkan bahwa jika transaksi selanjutnya menyebabkan keuntungan tersebut berkurang hingga 50%, maka Anda akan menutup posisi. Dengan demikian, mental dan modal Anda akan tetap terjaga.

Tentu saja ini tidak perlu diterapkan secara letter lijk. Terapkan aturan tersebut untuk kelipatan tertentu, misalnya tiap kelipatan $1,000, tergantung pada besaran modal dan keuntungan yang Anda peroleh.

6. Move On
Poin terakhir ini erat kaitannya dengan psikologi trading.

Kita sama-sama maklum bahwa tidak mungkin ada sistem trading yang bisa 100% akurat. Ada kalanya Anda mengalami kerugian karena pasar tidak bergerak sesuai dengan perkiraan Anda.

Pada saat seperti itu, yang harus Anda lakukan adalah melakukan evaluasi, dan segera move on. Tidak ada gunanya menyesali uang yang hilang ditelah pergerakan pasar yang tanpa ampun. Jika Anda telah benar-benar memiliki trading plan yang baik dan mengatur toleransi resiko, tak ada yang perlu Anda khawatirkan. Show must go on.

Demikianlah beberapa poin yang bisa membantu Anda memaksimalkan trading tanpa perlu menjadi paranoid dihantui ketakutan akan loss. Mudah-mudahan berguna.
Previous Post
Next Post

0 comments: